Apa itu pembiayaan berbasis peer-to-peer?

Pembiayaan Peer-to-peer adalah layanan pembiayaan suatu proyek secara digital dengan menggunakan sebuah platform internet untuk menghubungkan antara Pemberi Pembiayaan dan Mitra Proyek sebagai Penerima Pembiayaan.

Apakah perbedaan Pembiayaan Peer-to-Peer Syariah ETHIS dengan pembiayaan digital lain?

Pembiayaan Peer-to-peer Syari’ah di ETHIS menggunakan landasan kontrak (Akad) berbasis prinsip Syariah dan tidak berpedoman pada suku bunga (Riba). Uang pembiayaan juga disalurkan ke proyek yang membawa dampak sosial dalam skala lebih besar.

Bagaimana ETHIS menyelesaikan kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat?

Semua kontrak / perjanjian akan dikirimkan melalui aplikasi penandatanganan digital ke alamat email Pemberi Pembiayaan yang terdaftar di ETHIS. Penandatanganan yang dilakukan secara elektronik atau dengan sistem digital ini memiliki kekuatan hukum yang sama.

Ada berapa kontrak (Akad) Syariah yang digunakan ETHIS?

Saat ini kami menggunakan akad Musyarakah / Kerjasama dalam sistem Bagi Hasil antara Pemberi Pembiayaan dan Mitra Proyek dan juga akad Wakalah untuk ETHIS sebagai perwakilan atau penyelenggara yang mempertemukan dua pihak dalam satu website.

Bagaimana cara menggunakan layanan ETHIS?

Untuk menjadi Pemberi Pembiayaan atau Penerima Pembiayaan / Mitra Proyek di ETHIS, Anda dapat melakukan registrasi sebagai pengguna website terlebih dahulu pada menu Daftar melalui situs website.

Apa saja yang diperlukan untuk menjadi Pengguna layanan ETHIS?

Berdasarkan POJK No.77, setiap pengguna layanan jasa keuangan harus melengkapi beberapa dokumen berupa NIK, NPWP, dan Nomor Rekening transaksi.

Apa saja manfaat dari layanan peer-to-peer ETHIS?

Peer-to-peer ETHIS memberikan layanan kepada para Penggunanya untuk memaksimalkan keuangannya ataupun sekaligus dapat mengajukan Pembiayaan untuk mengembangkan usahanya. Semua layanan yang tersedia di ETHIS sudah berdasarkan konsep Syari’ah yang mengutamakan keadilan dalam pembiayaan dan memberikan dampak sosial dalam pengembangan usaha milik anak bangsa.

Apakah pengguna dapat memiliki lebih dari satu akun?

Setiap pembiayaan hanya dibolehkan menggunakan satu akun di platform ETHIS. Hal ini bertujuan untuk keamanan transaksi sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Pembiayaan apa saja yang ditawarkan oleh ETHIS?

Saat ini kami membuka pembiayaan untuk konstruksi & pengembangan perumahan, dan pengembangan UKM.

Siapa saja dan apa persyaratan untuk memohon Pembiayaan ETHIS?

Individu yang sudah terdaftar sebagai Pengguna layanan ETHIS dapat mengajukan pembiayaan kepada ETHIS. Adapun persyaratannya yaitu melampirkan data diri, perusahaan, dan surat-surat perizinan menyangkut perusahaan juga proyek yang diajukan. Untuk saat ini, ETHIS membuka Pembiayaan untuk sektor properti dan UKM.

Proyek seperti apakah yang layak menerima pembiayaan oleh ETHIS?

Hingga saat ini, untuk pembiayaan UKM kami menerima proyek dari berbagai sektor dan telah memiliki pengalaman atau rekam jejak yang baik dalam usaha yang dikembangkan.

Sedangkan pada proyek properti, kami berfokus kepada pengembangan perumahan sederhana sebagai upaya mendorong jumlah penyediaan perumahan untuk kalangan masyarakat menengah – kebawah.

Bagaimana cara mengirimkan aplikasi pembiayaan ke ETHIS?

Pengajuan pembiayaan dapat dilakukan secara online dengan memilih menu Ajukan Pembiayaan, setelah terdaftar sebagai Pengguna Layanan ETHIS. Pilih jenis usaha anda yang sesuai, lalu isi data secara lengkap yang terdapat pada Formulir Pre-Onboarding sebagai bahan analisa Tim Bisnis dan Analis ETHIS. Selanjutnya, Anda akan dihubungi oleh tim terkait untuk hasil uji kelayakan tersebut.

Berapa lama proses aplikasi saya mendapat persetujuan untuk pembiayaan?

Proses seleksi proyek berkisar antara 2 – 4 minggu dengan durasi penghimpunan dana yang dibutuhkan maksimal  45 hari.

Apakah ada sekuritas jaminan untuk pembiayaan ETHIS?

Selain hasil analisa proyek yang ketat dari tim pengamat resiko ETHIS, Mitra Proyek bekerjasama dengan memberikan beberapa jaminan yang disetujui oleh ETHIS dan ETHIS bekerjasama dengan salah satu pihak ketiga untuk proteksi kredit syari’ah.

Adakah biaya yang dikenakan oleh ETHIS untuk jasa pengumpulan dana melalui website yang digunakan untuk memenuhi dana kebutuhan Mitra Proyek?

ETHIS mengenakan biaya penyelenggaran pembiayaan berbeda-beda sesuai nilai proyek dan jangka waktu pelunasan, ditambah margin keuntungan yang akan diberikan kepada Pemberi Pembiayaan.

Adakah denda yang dikenakan saat keterlambatan pengembalian uang?

Tidak ada. Syariah tidak membenarkan adanya tambahan biaya denda dalam hutang dan pembiayaan. Jaminan yang diberikan oleh pemilik proyek sudah kami hitung nilainya berdasarkan dana yang dibutuhkan dan bisa digunakan untuk menyelesaikan hutang piutang. Apabila nilai jual melebihi, maka sisa tersebut akan kami kembalikan ke pihak penerima pembiayaan. Jika masalah berkelanjutan, perjanjian kerjasama yang memiliki kekuatan hukum akan diselesaikan dengan semestinya.

Apakah pembiayaan proyek properti / UKM secara peer-to-peer memiliki resiko?

Penting untuk dipahami bahwa semua penyelenggara dalam bentuk pembiayaan termasuk peer-to-peer di pembiayaan pengembangan real estate ataupun UKM memiliki kemungkinan akan kehilangan modal. Dianjurkan untuk melakukan pembiayaan menggunakan tabungan tambahan, dan diversifikasi pembiayaan di berbagai publikasi proyek

Mungkinkah saya kehilangan uang yang digunakan untuk pembiayaan melalui ETHIS?

Dalam keadaan buruk, modal yang diberikan ke proyek pembiayaan mungkin saja tidak dapat diperoleh kembali. Jika terjadi kegagalan total, semua pembiayaan anda berkemungkinan hilang.

Bagaimana ETHIS mengelola atau meminimalisir suatu resiko?

Fungsi keuangan syari’ah adalah berdasarkan pembagian resiko, bukan transfer resiko. Bagaimanapun, jaminan dalam pembiayaan akan kuat jika pihak yang memberikan jaminan juga kuat. ETHIS memiliki proses penyaringan yang ketat dan teliti untuk mengurangi resiko pihak pemberi pembiayaan dan proyek, serta resiko pasar dan eksternal. ETHIS menggalakkan uji kelayakan sebelum melakukan publikasi pengumpulan dana proyek dalam website.

Bagaimana memberikan pembiayaan untuk proyek properti dan UKM dapat memberikan dampak sosial kepada masyarakat?

Selain untuk meningkatkan ekonomi Indonesia melalui pembiayaan UKM, ETHIS juga memberi kesempatan untuk pemberi pembiayaan memasuki pasar real estate atau properti yang terbilang memiliki aset nyata dan aman. Bagi mereka yang berpenghasilan rata-rata, sektor properti bisa dijangkau melalui penyelenggara peer-to-peer seperti ETHIS. Dengan jumlah kecil, pembiayaan kepada sektor properti terpilih di ETHIS juga merupakan mengutamakan proyek yang memberikan dampak sosial dalam skala besar seperti rumah sederhana, atau rumah subsidi. Maka dari itu, Pemberi Pembiayaan yang tergabung di website kami dapat menikmati keuntungan sekaligus memberi manfaat untuk sosial.

Apakah ETHIS termasuk perusahaan yang bergerak di bidang sosial?

ETHIS adalah penyelenggara finansial teknologi dengan tujuan mempercepat realisasi dampak sosial di masyarakat. Dana dari komunitas Pemberi biaya akan kami salurkan langsung ke pemilik usaha properti dan UKM yang membutuhkan dana untuk mempercepat pengembangan usaha milik mereka sehingga ekonomi sosial terus bergerak semestinya.

Mengapa ETHIS juga membiayai proyek properti yang biasa dikenal awam memiliki market eksklusif/kelas menengah atas?

Di ETHIS, pembiayaan untuk sektor properti berfokus pada proyek yang memiliki dampak sosial. Terutama untuk perumahan yang terjangkau di Indonesia, yang diperkirakan masih memerlukan penyediaan rumah dalam jumlah besar. Dengan bangga, kami dapat berada di antara mereka untuk membantu warga berpenghasilan rendah, mengubah status mereka sebagai penyewa menjadi pemilik rumah.

Dalam hal ini, uang peer-to-peer kami hanya digunakan untuk membiayai pengembang properti dan kontraktor real estate, bukan berdagang atau jual-beli properti untuk disewakan.

Apa itu Syari'ah? Dan apa yang dimaksud dengan Keuangan Syari'ah?

Islam bukan hanya sekedar agama; tapi juga pedoman hidup yang mengandung kode hukum dan etika yang berhubungan dengan masalah sosial, ekonomi dan politik. Muslim diharuskan untuk hidup sesuai dengan Syari’ah di semua aspek kehidupan. Syari’ah menentukan batasan pada semua jenis keuangan dan pembiayaan yang diperbolehkan untuk komunitas Muslim. Keuangan Islam dapat didefinisikan sebagai badan kontrak keuangan dan aturan yang telah diadopsi dari kekayaan warisan penelitian ilmiah dalam Fiqh Muamalat (hukum transaksi Islam) dan dimodifikasi untuk mematuhi peraturan perbankan modern, namun tetap sesuai dengan prinsip-prinsip Syari’ah.
Dalam Islam, uang harus digunakan secara produktif, dan hasil keuntungan harus dilakukan melalui perdagangan dan cara pembiayaan yang sah menurut Islam. Pembiayaan secara berkelompok harus mencakup elemen pembagian risiko dan idealnya harus dipastikan bahwa penerima pembiayaan akan menggunakan uang dengan cara yang diperbolehkan dalam Islam. Jika terdapat bunga pada hasil pembiayaan maka dianggap sebagai penyalahgunaan akad dan sepenuhnya dilarang dalam Islam. Syari’ah juga tidak mengizinkan perdagangan atau pembiayaan dalam industri atau komoditas yang tidak etis, seperti: senjata, perjudian, alkohol, perbankan atau asuransi konvensional, makanan atau minuman non-halal, hiburan non-halal, dan banyak lagi.

Apakah ETHIS sudah sesuai dengan prinsip syari'ah?

Seluruh kontrak yang digunakan ETHIS dilandasi oleh aturan-aturan syari’ah. Dokumentasi kami disiapkan oleh petugas legal yang telah mempunyai pengalaman dalam aturan-aturan syari’ah dan kami memiliki dewan penasehat syari’ah yang tersertifikasi oleh Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). ETHIS juga telah memegang sertifikasi DSN-MUI sebagai penyelenggara pembiayaan peer-to-peer berbasis teknologi.

Apakah perbedaan pembiayaan syari'ah dengan pembiayaan konvensional?

Salah satu tujuan utama dalam prinsip syari’ah adalah menciptakan keadilan / keseimbangan sosial. Sistem syari’ah lebih memperhatikan dampak dari kegiatan pembiayaan yang berfokus pada ekonomi, masyarakat dan lingkungan. Dalam hal ini, Ethis memperhatikan segala aktivitas yang dilakukan mempunyai aspek-aspek tersebut. Lain halnya dengan sistem keuangan konvensional yang kurang mempertimbangkan nilai etika, lingkungan, atau sosial karena tujuan utamanya adalah memaksimalkan laba.

Apakah memberi pembiayaan syariah lebih beresiko daripada pembiayaan konvensional?

Setiap pembiayaan pasti mempunyai resiko. Sama seperti konvensional, pembiayaan berbasis syari’ah membutuhkan evaluasi karena menggunakan metode manajemen resiko seperti: menganalisa perencanaan bisnis pada suatu proyek, mengelola keuangan dari penerima pembiayaan, mengamati riwayat pembayaran utang, dan hal-hal terkait lainnya. Namun, agar pembiayaan sesuai dengan syarat syari’at Islam, hal ini memerlukan beberapa analisa tambahan yang harus dilakukan untuk memastikan proyek bisnis yang membutuhkan pembiayaan patuh pada prinsip-prinsip syari’ah. Pembiayaan dalam bidang industri atau komoditi yang tidak sesuai syari’ah, seperti: perdagangan/produksi senjata, perjudian, perdagangan alkohol, perbankan atau asuransi konvensional, makanan dan minuman non-halal, hiburan non-halal, dan sejenisnya tidak diperbolehkan dalam syari’ah.

Bisakah anda menjelaskan Peer-to-peer dalam pengertian yang lebih awam?

Peer-to-peer adalah aktivitas pengumpulan uang dengan jumlah kecil dari sekelompok pemberi pembiayaan yang tergabung di suatu online platform. Uang yang dikumpulkan bisa digunakan untuk kegiatan amal, pembiayaan atau keduanya dengan syarat menyatakan tujuan kegiatan tersebut dengan jelas. Pemilik projek yang mengajukan pembiayaan juga disarankan untuk menyebutkan alasan meminta pembiayaannya.

Apakah ada pilihan untuk meminta kembali uang yang telah diberikan ke pembiayaan sebelum jatuh tempo?

Dalam peer-to-peer, pembiayaan langsung disalurkan ke penerima (pengaju pembiayaan). Pembiayaan yang sudah dilakukan tidak bisa dikembalikan sampai jatuh tempo pengembalian berlaku atau proyek pembangunan properti telah selesai.

Apakah ada jaminan modal yang diberikan melalui penyelenggara peer-to-peer?

Tidak ada jaminan modal dalam prinsip syari’ah. Tetapi ETHIS mempunyai serangkaian upaya dalam meminimalisir kemungkinan terburuk dalam melakukan pembiayaan melalui platform Ethis.

Apakah pemberi biaya dapat memastikan keamanan modal awal yang diberikan pertama kali?

Tidak. Ada beberapa kemungkinan buruk yang tidak dapat diprediksi oleh ETHIS atau diluar kemampuan ETHIS.

Di ETHIS, uang akan disalurkan ke proyek properti yang riil dan bukan properti yang dijual ulang. Kami memberi kewajiban kepada penerima pembiayaan untuk memiliki kepemilikan tanah sebelum menjadikannya proyek yang akan dibiayai oleh pemberi pembiayaan ETHIS atau bekerjasama dengan ETHIS. Begitu juga dengan proyek UKM, ETHIS mewajibkan sejumlah jaminan yang harus disediakan oleh mitra proyek dan juga didukung oleh hasil analisa risiko yang dilakukan oleh tim kami pada pengaju pembiayaan tersebut. Sehingga, proyek yang dipublikasikan pada website ETHIS adalah proyek terseleksi.

Bagaimana penjadwalan laporan dari pengawasan proyek dilakukan?

Informasi akan dibagikan setiap bulannya, paling sedikit, terkhusus jika ada perkembangan yang signifikan.

Apakah mungkin pemberi pembiayaan mendapatkan bagian saham di proyek properti yang ia pilih?

Tidak. Saat ini, pemberi pembiayaan yang tergabung di ETHIS hanya mendapatkan keuntungan bagi hasil ketika proyek tersebut berhasil terjual kepada end buyers. Ethis tidak melayani pembagian saham seperti platform equity crowdfunding lainnya.

Bagaimana jika proyek yang dibiayai menerapkan prinsip syariah ketika tahap pembiayaan, tetapi setelah pengembalian modal usaha proyek tersebut menjadi tidak berprinsip syariah?

Setelah pengembalian modal dan pembagian hasil, pemberi pembiayaan tidak memiliki hubungan apapun atau kepemilikan proyek tersebut. Penerapan prinsip syariah menjadi tanggung jawab penuh pemberi pembiayaan.

Mengapa Ethis tidak menunjuk seorang atau pihak ketiga untuk mengawasi dan memastikan developer tidak melarikan diri?

Untuk saat ini, kami bekerjasama dengan partner perusahaan developer; yaitu perusahaan terafiliasi yang menjadikan kami sebagai co-developer sehingga dapat masuk langsung ke dalam proyek tersebut dan memiliki fungsi yang sama dengan kustodian.

Kenapa penerima pembiayaan lebih memilih untuk mengajukan pembiayaan ke Ethis daripada ke bank?

Proses pengajuan aplikasi dan pelayanan kami lebih cepat dan praktis daripada bank, begitu juga syarat dan ketentuannya (lihat pertanyaan sebelumnya).

UMUM
Apa itu pembiayaan berbasis peer-to-peer?

Pembiayaan Peer-to-peer adalah layanan pembiayaan suatu proyek secara digital dengan menggunakan sebuah platform internet untuk menghubungkan antara Pemberi Pembiayaan dan Mitra Proyek sebagai Penerima Pembiayaan.

Apakah perbedaan Pembiayaan Peer-to-Peer Syariah ETHIS dengan pembiayaan digital lain?

Pembiayaan Peer-to-peer Syari’ah di ETHIS menggunakan landasan kontrak (Akad) berbasis prinsip Syariah dan tidak berpedoman pada suku bunga (Riba). Uang pembiayaan juga disalurkan ke proyek yang membawa dampak sosial dalam skala lebih besar.

Bagaimana ETHIS menyelesaikan kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat?

Semua kontrak / perjanjian akan dikirimkan melalui aplikasi penandatanganan digital ke alamat email Pemberi Pembiayaan yang terdaftar di ETHIS. Penandatanganan yang dilakukan secara elektronik atau dengan sistem digital ini memiliki kekuatan hukum yang sama.

Ada berapa kontrak (Akad) Syariah yang digunakan ETHIS?

Saat ini kami menggunakan akad Musyarakah / Kerjasama dalam sistem Bagi Hasil antara Pemberi Pembiayaan dan Mitra Proyek dan juga akad Wakalah untuk ETHIS sebagai perwakilan atau penyelenggara yang mempertemukan dua pihak dalam satu website.

Bagaimana cara menggunakan layanan ETHIS?

Untuk menjadi Pemberi Pembiayaan atau Penerima Pembiayaan / Mitra Proyek di ETHIS, Anda dapat melakukan registrasi sebagai pengguna website terlebih dahulu pada menu Daftar melalui situs website.

Apa saja yang diperlukan untuk menjadi Pengguna layanan ETHIS?

Berdasarkan POJK No.77, setiap pengguna layanan jasa keuangan harus melengkapi beberapa dokumen berupa NIK, NPWP, dan Nomor Rekening transaksi.

Apa saja manfaat dari layanan peer-to-peer ETHIS?

Peer-to-peer ETHIS memberikan layanan kepada para Penggunanya untuk memaksimalkan keuangannya ataupun sekaligus dapat mengajukan Pembiayaan untuk mengembangkan usahanya. Semua layanan yang tersedia di ETHIS sudah berdasarkan konsep Syari’ah yang mengutamakan keadilan dalam pembiayaan dan memberikan dampak sosial dalam pengembangan usaha milik anak bangsa.

Apakah pengguna dapat memiliki lebih dari satu akun?

Setiap pembiayaan hanya dibolehkan menggunakan satu akun di platform ETHIS. Hal ini bertujuan untuk keamanan transaksi sesuai regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

PEMBIAYAAN
Pembiayaan apa saja yang ditawarkan oleh ETHIS?

Saat ini kami membuka pembiayaan untuk konstruksi & pengembangan perumahan, dan pengembangan UKM.

Siapa saja dan apa persyaratan untuk memohon Pembiayaan ETHIS?

Individu yang sudah terdaftar sebagai Pengguna layanan ETHIS dapat mengajukan pembiayaan kepada ETHIS. Adapun persyaratannya yaitu melampirkan data diri, perusahaan, dan surat-surat perizinan menyangkut perusahaan juga proyek yang diajukan. Untuk saat ini, ETHIS membuka Pembiayaan untuk sektor properti dan UKM.

Proyek seperti apakah yang layak menerima pembiayaan oleh ETHIS?

Hingga saat ini, untuk pembiayaan UKM kami menerima proyek dari berbagai sektor dan telah memiliki pengalaman atau rekam jejak yang baik dalam usaha yang dikembangkan.

Sedangkan pada proyek properti, kami berfokus kepada pengembangan perumahan sederhana sebagai upaya mendorong jumlah penyediaan perumahan untuk kalangan masyarakat menengah – kebawah.

Bagaimana cara mengirimkan aplikasi pembiayaan ke ETHIS?

Pengajuan pembiayaan dapat dilakukan secara online dengan memilih menu Ajukan Pembiayaan, setelah terdaftar sebagai Pengguna Layanan ETHIS. Pilih jenis usaha anda yang sesuai, lalu isi data secara lengkap yang terdapat pada Formulir Pre-Onboarding sebagai bahan analisa Tim Bisnis dan Analis ETHIS. Selanjutnya, Anda akan dihubungi oleh tim terkait untuk hasil uji kelayakan tersebut.

Berapa lama proses aplikasi saya mendapat persetujuan untuk pembiayaan?

Proses seleksi proyek berkisar antara 2 – 4 minggu dengan durasi penghimpunan dana yang dibutuhkan maksimal  45 hari.

Apakah ada sekuritas jaminan untuk pembiayaan ETHIS?

Selain hasil analisa proyek yang ketat dari tim pengamat resiko ETHIS, Mitra Proyek bekerjasama dengan memberikan beberapa jaminan yang disetujui oleh ETHIS dan ETHIS bekerjasama dengan salah satu pihak ketiga untuk proteksi kredit syari’ah.

Adakah biaya yang dikenakan oleh ETHIS untuk jasa pengumpulan dana melalui website yang digunakan untuk memenuhi dana kebutuhan Mitra Proyek?

ETHIS mengenakan biaya penyelenggaran pembiayaan berbeda-beda sesuai nilai proyek dan jangka waktu pelunasan, ditambah margin keuntungan yang akan diberikan kepada Pemberi Pembiayaan.

Adakah denda yang dikenakan saat keterlambatan pengembalian uang?

Tidak ada. Syariah tidak membenarkan adanya tambahan biaya denda dalam hutang dan pembiayaan. Jaminan yang diberikan oleh pemilik proyek sudah kami hitung nilainya berdasarkan dana yang dibutuhkan dan bisa digunakan untuk menyelesaikan hutang piutang. Apabila nilai jual melebihi, maka sisa tersebut akan kami kembalikan ke pihak penerima pembiayaan. Jika masalah berkelanjutan, perjanjian kerjasama yang memiliki kekuatan hukum akan diselesaikan dengan semestinya.

MANAJEMEN RESIKO
Apakah pembiayaan proyek properti / UKM secara peer-to-peer memiliki resiko?

Penting untuk dipahami bahwa semua penyelenggara dalam bentuk pembiayaan termasuk peer-to-peer di pembiayaan pengembangan real estate ataupun UKM memiliki kemungkinan akan kehilangan modal. Dianjurkan untuk melakukan pembiayaan menggunakan tabungan tambahan, dan diversifikasi pembiayaan di berbagai publikasi proyek

Mungkinkah saya kehilangan uang yang digunakan untuk pembiayaan melalui ETHIS?

Dalam keadaan buruk, modal yang diberikan ke proyek pembiayaan mungkin saja tidak dapat diperoleh kembali. Jika terjadi kegagalan total, semua pembiayaan anda berkemungkinan hilang.

Bagaimana ETHIS mengelola atau meminimalisir suatu resiko?

Fungsi keuangan syari’ah adalah berdasarkan pembagian resiko, bukan transfer resiko. Bagaimanapun, jaminan dalam pembiayaan akan kuat jika pihak yang memberikan jaminan juga kuat. ETHIS memiliki proses penyaringan yang ketat dan teliti untuk mengurangi resiko pihak pemberi pembiayaan dan proyek, serta resiko pasar dan eksternal. ETHIS menggalakkan uji kelayakan sebelum melakukan publikasi pengumpulan dana proyek dalam website.

DAMPAK SOSIAL
Bagaimana memberikan pembiayaan untuk proyek properti dan UKM dapat memberikan dampak sosial kepada masyarakat?

Selain untuk meningkatkan ekonomi Indonesia melalui pembiayaan UKM, ETHIS juga memberi kesempatan untuk pemberi pembiayaan memasuki pasar real estate atau properti yang terbilang memiliki aset nyata dan aman. Bagi mereka yang berpenghasilan rata-rata, sektor properti bisa dijangkau melalui penyelenggara peer-to-peer seperti ETHIS. Dengan jumlah kecil, pembiayaan kepada sektor properti terpilih di ETHIS juga merupakan mengutamakan proyek yang memberikan dampak sosial dalam skala besar seperti rumah sederhana, atau rumah subsidi. Maka dari itu, Pemberi Pembiayaan yang tergabung di website kami dapat menikmati keuntungan sekaligus memberi manfaat untuk sosial.

Apakah ETHIS termasuk perusahaan yang bergerak di bidang sosial?

ETHIS adalah penyelenggara finansial teknologi dengan tujuan mempercepat realisasi dampak sosial di masyarakat. Dana dari komunitas Pemberi biaya akan kami salurkan langsung ke pemilik usaha properti dan UKM yang membutuhkan dana untuk mempercepat pengembangan usaha milik mereka sehingga ekonomi sosial terus bergerak semestinya.

Mengapa ETHIS juga membiayai proyek properti yang biasa dikenal awam memiliki market eksklusif/kelas menengah atas?

Di ETHIS, pembiayaan untuk sektor properti berfokus pada proyek yang memiliki dampak sosial. Terutama untuk perumahan yang terjangkau di Indonesia, yang diperkirakan masih memerlukan penyediaan rumah dalam jumlah besar. Dengan bangga, kami dapat berada di antara mereka untuk membantu warga berpenghasilan rendah, mengubah status mereka sebagai penyewa menjadi pemilik rumah.

Dalam hal ini, uang peer-to-peer kami hanya digunakan untuk membiayai pengembang properti dan kontraktor real estate, bukan berdagang atau jual-beli properti untuk disewakan.

BASIS SYARI'AH
Apa itu Syari'ah? Dan apa yang dimaksud dengan Keuangan Syari'ah?

Islam bukan hanya sekedar agama; tapi juga pedoman hidup yang mengandung kode hukum dan etika yang berhubungan dengan masalah sosial, ekonomi dan politik. Muslim diharuskan untuk hidup sesuai dengan Syari’ah di semua aspek kehidupan. Syari’ah menentukan batasan pada semua jenis keuangan dan pembiayaan yang diperbolehkan untuk komunitas Muslim. Keuangan Islam dapat didefinisikan sebagai badan kontrak keuangan dan aturan yang telah diadopsi dari kekayaan warisan penelitian ilmiah dalam Fiqh Muamalat (hukum transaksi Islam) dan dimodifikasi untuk mematuhi peraturan perbankan modern, namun tetap sesuai dengan prinsip-prinsip Syari’ah.
Dalam Islam, uang harus digunakan secara produktif, dan hasil keuntungan harus dilakukan melalui perdagangan dan cara pembiayaan yang sah menurut Islam. Pembiayaan secara berkelompok harus mencakup elemen pembagian risiko dan idealnya harus dipastikan bahwa penerima pembiayaan akan menggunakan uang dengan cara yang diperbolehkan dalam Islam. Jika terdapat bunga pada hasil pembiayaan maka dianggap sebagai penyalahgunaan akad dan sepenuhnya dilarang dalam Islam. Syari’ah juga tidak mengizinkan perdagangan atau pembiayaan dalam industri atau komoditas yang tidak etis, seperti: senjata, perjudian, alkohol, perbankan atau asuransi konvensional, makanan atau minuman non-halal, hiburan non-halal, dan banyak lagi.

Apakah ETHIS sudah sesuai dengan prinsip syari'ah?

Seluruh kontrak yang digunakan ETHIS dilandasi oleh aturan-aturan syari’ah. Dokumentasi kami disiapkan oleh petugas legal yang telah mempunyai pengalaman dalam aturan-aturan syari’ah dan kami memiliki dewan penasehat syari’ah yang tersertifikasi oleh Dewan Syari’ah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). ETHIS juga telah memegang sertifikasi DSN-MUI sebagai penyelenggara pembiayaan peer-to-peer berbasis teknologi.

Apakah perbedaan pembiayaan syari'ah dengan pembiayaan konvensional?

Salah satu tujuan utama dalam prinsip syari’ah adalah menciptakan keadilan / keseimbangan sosial. Sistem syari’ah lebih memperhatikan dampak dari kegiatan pembiayaan yang berfokus pada ekonomi, masyarakat dan lingkungan. Dalam hal ini, Ethis memperhatikan segala aktivitas yang dilakukan mempunyai aspek-aspek tersebut. Lain halnya dengan sistem keuangan konvensional yang kurang mempertimbangkan nilai etika, lingkungan, atau sosial karena tujuan utamanya adalah memaksimalkan laba.

Apakah memberi pembiayaan syariah lebih beresiko daripada pembiayaan konvensional?

Setiap pembiayaan pasti mempunyai resiko. Sama seperti konvensional, pembiayaan berbasis syari’ah membutuhkan evaluasi karena menggunakan metode manajemen resiko seperti: menganalisa perencanaan bisnis pada suatu proyek, mengelola keuangan dari penerima pembiayaan, mengamati riwayat pembayaran utang, dan hal-hal terkait lainnya. Namun, agar pembiayaan sesuai dengan syarat syari’at Islam, hal ini memerlukan beberapa analisa tambahan yang harus dilakukan untuk memastikan proyek bisnis yang membutuhkan pembiayaan patuh pada prinsip-prinsip syari’ah. Pembiayaan dalam bidang industri atau komoditi yang tidak sesuai syari’ah, seperti: perdagangan/produksi senjata, perjudian, perdagangan alkohol, perbankan atau asuransi konvensional, makanan dan minuman non-halal, hiburan non-halal, dan sejenisnya tidak diperbolehkan dalam syari’ah.

LAINNYA
Bisakah anda menjelaskan Peer-to-peer dalam pengertian yang lebih awam?

Peer-to-peer adalah aktivitas pengumpulan uang dengan jumlah kecil dari sekelompok pemberi pembiayaan yang tergabung di suatu online platform. Uang yang dikumpulkan bisa digunakan untuk kegiatan amal, pembiayaan atau keduanya dengan syarat menyatakan tujuan kegiatan tersebut dengan jelas. Pemilik projek yang mengajukan pembiayaan juga disarankan untuk menyebutkan alasan meminta pembiayaannya.

Apakah ada pilihan untuk meminta kembali uang yang telah diberikan ke pembiayaan sebelum jatuh tempo?

Dalam peer-to-peer, pembiayaan langsung disalurkan ke penerima (pengaju pembiayaan). Pembiayaan yang sudah dilakukan tidak bisa dikembalikan sampai jatuh tempo pengembalian berlaku atau proyek pembangunan properti telah selesai.

Apakah ada jaminan modal yang diberikan melalui penyelenggara peer-to-peer?

Tidak ada jaminan modal dalam prinsip syari’ah. Tetapi ETHIS mempunyai serangkaian upaya dalam meminimalisir kemungkinan terburuk dalam melakukan pembiayaan melalui platform Ethis.

Apakah pemberi biaya dapat memastikan keamanan modal awal yang diberikan pertama kali?

Tidak. Ada beberapa kemungkinan buruk yang tidak dapat diprediksi oleh ETHIS atau diluar kemampuan ETHIS.

Di ETHIS, uang akan disalurkan ke proyek properti yang riil dan bukan properti yang dijual ulang. Kami memberi kewajiban kepada penerima pembiayaan untuk memiliki kepemilikan tanah sebelum menjadikannya proyek yang akan dibiayai oleh pemberi pembiayaan ETHIS atau bekerjasama dengan ETHIS. Begitu juga dengan proyek UKM, ETHIS mewajibkan sejumlah jaminan yang harus disediakan oleh mitra proyek dan juga didukung oleh hasil analisa risiko yang dilakukan oleh tim kami pada pengaju pembiayaan tersebut. Sehingga, proyek yang dipublikasikan pada website ETHIS adalah proyek terseleksi.

Bagaimana penjadwalan laporan dari pengawasan proyek dilakukan?

Informasi akan dibagikan setiap bulannya, paling sedikit, terkhusus jika ada perkembangan yang signifikan.

Apakah mungkin pemberi pembiayaan mendapatkan bagian saham di proyek properti yang ia pilih?

Tidak. Saat ini, pemberi pembiayaan yang tergabung di ETHIS hanya mendapatkan keuntungan bagi hasil ketika proyek tersebut berhasil terjual kepada end buyers. Ethis tidak melayani pembagian saham seperti platform equity crowdfunding lainnya.

Bagaimana jika proyek yang dibiayai menerapkan prinsip syariah ketika tahap pembiayaan, tetapi setelah pengembalian modal usaha proyek tersebut menjadi tidak berprinsip syariah?

Setelah pengembalian modal dan pembagian hasil, pemberi pembiayaan tidak memiliki hubungan apapun atau kepemilikan proyek tersebut. Penerapan prinsip syariah menjadi tanggung jawab penuh pemberi pembiayaan.

Mengapa Ethis tidak menunjuk seorang atau pihak ketiga untuk mengawasi dan memastikan developer tidak melarikan diri?

Untuk saat ini, kami bekerjasama dengan partner perusahaan developer; yaitu perusahaan terafiliasi yang menjadikan kami sebagai co-developer sehingga dapat masuk langsung ke dalam proyek tersebut dan memiliki fungsi yang sama dengan kustodian.

Kenapa penerima pembiayaan lebih memilih untuk mengajukan pembiayaan ke Ethis daripada ke bank?

Proses pengajuan aplikasi dan pelayanan kami lebih cepat dan praktis daripada bank, begitu juga syarat dan ketentuannya (lihat pertanyaan sebelumnya).