Ada beberapa akad yang diterapkan dalam sistem pembiayaan Ethis bersama pihak penerima pembiayaan (developer/kontraktor) dan pemberi pembiayaan. Pemberi dan Penerima pembiayaan wajib memahami terlebih dahulu sebelum melakukan pembiayaan ataupun mengajukan pembiayaan.

Musyarakah

Syirkah atau serikat adalah bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih dalam bentuk kontribusi dana untuk pembiayaan sebuah usaha. Sesuai Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 08/DSN-MUI/IV/2000, masing-masing pihak sepakat akan ketentuan bagi hasil dan menanggung rugi sesuai jumlah pembiayaan atau proporsi modal yang dilakukan.

Wakalah

Diambil dari bahasa Arab yang berarti wakil, akad ini menyatakan penyerahan kuasa dari pihak pertama dengan menunjuk seseorang atau pihak kedua untuk melaksanakan sesuatu sebatas kuasa atau wewenang yang diberikan dan disyaratkan. Penjelasan akad wakalah ini juga dijelaskan sesuai Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 10/DSN-MUI/IV/2000. Pelayanan jasa adalah salah satu hal yang bisa diwakilkan menggunakan akad ini. Apabila kuasa atau wewenang telah dilaksanakan, maka semua tanggung jawab dan resiko menjadi milik pihak pertama.

Wakalah Bil-Ujrah

Menurut Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No.52/DSN-MUI/III/2006, wakalah bil-ujroh merupakan salah satu bentuk akad wakalah di mana peserta memberikan kuasa kepada pihak kedua dengan imbalan pemberian ujrah (biaya).

Di Ethis, akad ini berlaku bagi para penerima pembiayaan/developer yang ingin melimpahkan kekuasaannya kepada Ethis seperti pencarian pihak-pihak untuk membiayai kebutuhan yang diajukan. Melalui kuasa tersebut, pihak kedua penyedia jasa berhak menerima ujroh / biaya yang telah disepakati. Objek Wakalah bil Ujrah antara lain kegiatan administrasi, pengelolaan dana, pembayaran klaim, underwriting, pengelolaan portofolio risiko, pemasaran dan investasi.